Senin, 04 Juni 2012

Proyek Mini


PERAN TEKNOLOGI SEBAGAI MEDIA BELAJAR PADA SISWA/I SMP


            I. PENDAHULUAN
Teknologi adalah tema penting dalam pendidikan sehingga selalu dibahas dalam setiap kesempatan yang berkaitan dengan pendidikan. Siswa/i dewasa ini tumbuh di dunia yang jauh berbeda dengan di masa ketika orang tua dan kakek mereka masih menjadi pelajar. Revolusi teknologi adalah bagian dari masyarakat informasi di mana kita kini hidup. Dalam hal ini kami akan mengemukakan data yang telah kami kumpulkan mengenai manfaat teknologi sebagai media pembelajaran di tingkat SMP (sekolah menengah atas). Semakin berkembangnya teknologi yang ada pada saat ini akan mengubah perilaku belajar pelajar. Akan ada yang terkena bagian negative dan aka nada ke bagian positif. Tergantung bagaimana pelajjar itu memperlakukan teknologi itu secara baik dan mampu memanfaatkannya sebagai media pembelajaran.

II. LANDASAN TEORI
                Di dunia ini yang kini berorientasi teknologi, kompetensi orang semakin ditantang dan diperluas dengan cepat. Teknologi telah menjadi bagian dari sekolah selama berberapa dekade, tetapi teknologi masih dipakai secara sederhana dan berubah dengan lamban. Namun kini teknologi berubah secara dramatis. Perhatikan fakta bahwa pada 1983 hanya ada sekitar 50.000 komputer di sekolah-sekolah Amerika. Pada 2002, ada lebih dari 6 juta di setiap sekolah di Amerika. Kini sedikitnya punya satu computer di setiap sekolah. Arti Teknologi Informasi dalam dunia pendidikan seharusnya berarti tersedianya saluran atau sarana yang dapat diapakai untuk menyiarkan program pendidikan.
            Berbicara mengenai penggunaan , aka ada dampak negative dan positif yang di berikan kepada pemakainya. Ada beberapa dampak positif yang diberikan oleh teknologi kepada penggunanya antara lain :
·         Teknologi dapat membantu menyampaikan informasi lebih cepat
·         Dengan teknologi dapat mengefesiensikan waktu dalam penngerjaan tugas
·      Dalam pengerjaan tugas dengan menggunakan teknologi akan mendapatkan hasil yang optimal dan pengerjaannya menjadi praktis
Itulah beberapa dampak positif yang bisa diterima, dan dibawah ini kami akan menyampaikan dampak negatifnya :
·         Teknologi dapat membuat pemakainya menjadi kecanduan dan melupakan lingkungan
·         Teknologi dapat menjerumuskan kepada hal-hal negative, karena teknologi memiliki segala informasi, jadi jika tidak ada pengawasan akan berbahaya bagi anak-anak.
Dengan melihat dampak positif dan negative di atas diharapkan kita bisa mengoptimalkan manfaat teknologi tersebut. Akan kemabali lagi kepada diri kita sendiri. Teknologi telah memengaruhi masyarakat dan sekelilingnya dalam banyak cara. Di banyak kelompok masyarakat, teknologi telah membantu memperbaiki ekonomi (termasuk ekonomi global masa kini) dan telah memungkinkan bertambahnya kaum senggang. Banyak proses teknologi menghasilkan produk sampingan yang tidak dikehendaki, yang disebut pencemar, dan menguras sumber daya alam, merugikan dan merusak Bumi dan lingkungannya. Berbagai macam penerapan teknologi telah memengaruhi nilai suatu masyarakat dan teknologi baru seringkali mencuatkan pertanyaan-pertanyaan etika baru. Sebagai contoh, meluasnya gagasan tentang efisiensi dalam konteks produktivitas manusia, suatu istilah yang pada mulanya hanya menyangku permesinan, contoh lainnya adalah tantangan norma-norma tradisional.
            III.  ALAT DAN BAHAN
·         Kuisioner
·         Pulpen (reward)
·         Kamera
IV. ANALISA DATA
            Untuk mengumpulkan data dan memperoleh kesimpulan , kami menggunakan cara pembagian kuisioner kepada siswa/i SMP AL-AZHAR MEDAN. Rincian kuisioner dan subyek penelitian sebagai berikut :
1. jumlah subyek sebanyak 15 orang siswa/i tingkat SMP.
2. beberapa jenis pertanyaan yang dilampirkan pada kuisioner :
·         Guru lebih sering menggunakan in-focus sebagai media pembelajaran (setuju/tidak)
·         Di sekolah guru-guru sudah mengerti cara penggunaan teknologi computer secara baik (setuju/tidak)
·         Teknologi informasi dan komunikasi merupakan kurikulum yang wajib diajarkan kepada murid-murid agar tidak terjadi gagap teknologi (setuju/tidak).
 V. TIME TABLE
NO
URAIAN                              
APRIL
MEI

MINGGU 
    I
    II
   III
  IV
    I
    II
    III
   IV
1.
MENENTUKAN TEMA
  

X





2.
PERENCANAAN


   
X




3.
PEMBAGIAN KUISIONER




X



4.
PENGUMPULAN DATA




X



5.
DISKUSI





   
X

6.
PENYELESAIAN







X

 







           




          VI. KALKULASI BIAYA
·         Fotokopi kuisioner      : Rp. 3.000,-
·         Printing                       : Rp. 5.000,-
·         Transport                     : Rp. 20.000,-

·         Jumlah                         : Rp. 28.000,-

VII.  LAPORAN
            Setelah dilakukan pemberian kuisioner, maka telah dapat kami simpulkan bahwa 80% dari siswa yang kami observasi telah merasakan penggunaan teknologi sebagai media pembelajaran. Seperti penggunaan computer, in-focus, dan gadget yang bisa digunakan untuk penyelesaian tugas sekolah. Kemudian disamping teknologi tersebut , pembelajaran menggunakan teknologi juga di dorong oleh penggunaan internet. Untuk siswa/i tingkat SMP , mereka sudah bisa menjalankan internet dan bisa menyelesaikan tugas mereka dengan penggunaan internet tersebut. Dan dari hasil observasi tersebut, kami juga memperoleh hasil, menurut siswa/i guru-guru yang mengajar sudah menggunakan teknologi di dalamnya. Seperti untuk pemberian tugas , pengajaran. Hal seperti ini yang akan kita hadapi semakin zaman berkembang. Untuk membekali kepada zaman yang akan datang, maka harus dilakukan pelatihan menggunakan teknologi dalam kehidupan sehari-hari,terutama dalam pendidikan.

            VIII. EVALUASI
            Setelah dievaluasi, hasil penelitian sudah seperti apa yang direncanakan. Kami merencakan untuk pelaksanaan observasi hanya 2 hari. Dan itu sudah sesuai dengan apa yang kami rencanakan. Kami tidak menggunakan surat izin, karena kami memberikan kuisioner diluar jam pelajaran di sekolah, jadi kami tidak membutuhkan surat izin fakultas. Hasil pengisian kuisioner juga berjalan dengan lancer dengan subyek nya. Mereka cukup baik dalam membantu proyek ini.

            IX.  TESTIMONI KELOMPOK

TESTIMONI RESI PRATIWI :
            Pada awalnya dengan diberikan nya tugas ini , saya memikirkan bahwa tugas ini akan sulit dan membutuhkan proses yang lama. Ternyata setelah dikerjakan tidak ada yang terlalu menghalangi kelompok kami untuk penyelesainnya. Semoga hasil yang didapat juga bisa menjelaskan isu mengenai peran teknologi sebagai media belajar di tingkat SMP . 

TESTIMONI LISDIANA SANI :
          Pada saat melakukan proyek mini ke-alzhar rasanya seru dan menyenangkan. Adik-adik SMP nya ramah dan baik, mereka dengan senang hati mengisi kwisioner kami dan mereka senang mendapatkan reward pulpen karna jadinya alat tulis mereka bertambah^^

TESTIMONI ISLAHATI BATUBARA :
          Pada saat saya diberikan tugas ini, awalnya saya sangat merasa terbebani dengan adanya tugas ini. Karena tugas ini memerlukan penelitian yang dalam fikiran saya adalah tugas ini akan serumit seperti mengerjakan skripsi. Namun setelah saya dan teman-teman mengerjakan tugas proyek mini , saya tidak merasa terbebani seperti awalnya. Karena pengerjaannya tidak serumit yang saya kira. Apalagi ditambah dengan adanya respon yang baik-baik dari adik-adik SMP Al-Azhar. Itu membuat saya dan teman-teman semakin semangat dalam mengerjakan proyek mini ini J

           

                X. POSTER


Minggu, 03 Juni 2012

homeschooling ?

Memilih pendidikan yang tepat untuk anak adalah tantangan besar untuk setiap orangtua. Setiap orangtua punya visi dan mimpi tentang pendidikan yang ideal untuk anak-anaknya. Ketika visi dan mimpi itu beradu dengan dunia nyata, muncullah pilihan-pilihan.

Homeschooling adalah model pendidikan di mana orangtua memilih untuk bertanggung jawab sendiri atas pendidikan anak-anaknya. Jadi, ciri utamanya adalah keterlibatan aktif keluarga dalam penyelenggaraan pendidikan.Prosesnya bisa diselenggarakan sendiri atau menggunakan infrastruktur yang ada di masyarakat, misalnya: kursus, klub, bimbel, guru privat. Yang penting, esensi yang harus ada: keluarga sebagai pengambil keputusan utama, tidak hanya menitipkan anak pada lembaga tertentu.

Ada beberapa alasan mengapa para orang tua di Indonesia lebih memilih sekolah rumah. Kecendrungannya antara lain, bisa menekankan kepada pendidikan moral atau keagamaan, memperluas lingkungan sosial dan tentunya suasana belajar yang lebih baik, selain memberikan pembelajaran langsung yang konstekstual, tematik, nonskolastik yang tidak tersekat-sekat oleh batasan ilmu.

Ada beberapa klasifikasi format homeschooling, yaitu:
1. Homeschooling tunggal
Dilaksanakan oleh orangtua dalam satu keluarga tanpa bergabung dengan lainnya karena hal tertentu atau karena lokasi yang berjauhan.
2. Homeschooling majemuk
Dilaksanakan oleh dua atau lebih keluarga untuk kegiatan tertentu sementara kegiatan pokok tetap dilaksanakan oleh orangtua masing-masing. Alasannya: terdapat kebutuhan-kebutuhan yang dapat dikompromikan oleh beberapa keluarga untuk melakukan kegiatan bersama. Contohnya kurikulum dari Konsorsium, kegiatan olahraga (misalnya keluarga atlit tennis), keahlian musik/seni, kegiatan sosial dan kegiatan agama
3. Komunitas homeschooling
Gabungan beberapa homeschooling majemuk yang menyusun dan menentukan silabus, bahan ajar, kegiatan pokok (olah raga, musik/seni dan bahasa), sarana/prasarana dan jadwal pembelajaran. Komitmen penyelenggaraan pembelajaran antara orang tua dan komunitasnya kurang lebih 50:50.
Alasan memilih komunitas homeschooling antara lain:
- Terstruktur dan lebih lengkap untuk pendidikan akademik, pembangunan akhlak mulia dan pencapaian hasil belajar
- Tersedia fasilitas pembelajaran yang lebih baik misalnya: bengkel kerja, laboratorium alam, perpustakaan, laboratorium IPA/Bahasa, auditorium, fasilitas olah raga dan kesenian
- Ruang gerak sosialisasi peserta didik lebih luas tetapi dapat dikendalikan
- Dukungan lebih besar karena masing-masing bertanggung jawab untuk saling mengajar sesuai keahlian masing-masing
- Sesuai untuk anak usia di atas 10 tahun
- Menggabungkan keluarga tinggal berjauhan melalui internet dan alat informasi lainnya untuk tolak banding (benchmarking) termasuk untuk standardisasi.

sumber : http://rumahinspirasi.com

Jumat, 11 Mei 2012

BLENDED LEARNING

Pengalaman saya hari inimenggunakan sistem blended learning adalah sangat mengesankan. karena jujur saya baru mengetahui sistem ini. saya suka dengan sistem ini karena memudahkan orang untuk berkomunikasi walaupun tidak bermtemu. dalam hal ini berkomunikasi dalam ruang lingkup belajar. sama hal  nya seperti di Jepang yang sebagian sekolah/perguruan tinggi nya sudah tidak menekankan bahwa mahasiswa harus hadir dan bertatap muka dalam satu ruangan dengan pengajar. tetapi dengan menggunakan tekhnologi berbasis komputer bisa membantu sistem pengajaran walaupun kita sedang berada dimana saja. inilah yang menarik perhatian saya. ini hal yang baru dan perlu dikembangkan di Indonesia. mungkin lebih baik mengadakan perbaikan jaringan internet yang akan bisa dijangkau dimana saja. harapan saya seperti itu.

Resume yang saya dapat dari diskusi online tadi adalah :
blended learning itu : penggabungan sistem belajar tatap muka dengan sistem tekhnologi berbasis komputer.
Pembelajaran berbasis Blended learning berkembang sekitar tahun 2000 dan sekarang banyak digunakan di Amerika Utara, Inggris, Australia, kalangan perguruan tinggi dan dunia pelatihan. dahulu sejarahnya kita ini memiliki tahap perkembangan budaya yang terdiri dari 4 tahap , yaitu yg pertama abad agraris , yang kedua abad industri , yang ketiga abad informasi dan yang keempat abad pengetahuan. nah sekarang kita sudah masuk kedalam abad pengetahuan. tokoh namanya Thorne (2003) punya pendapat tentang blended learning. dia mengatakan : blended learning itu "kesempatan untuk mengintegrasikan kemajuan inovatif dan teknologi yang ditawarkan oleh pembelajaran online dengan interaksi dan partisipasi ditawarkan dalam yang terbaik dari pembelajaran tradisional".

mungkin hanya ini yang bisa saya utarakan untuk pembahasan blended learning tersebut. lebih kurang saya mohon maaf , terima kasih :)

Selasa, 24 April 2012

TEKHNOLOGI DAN PENDIDIKAN

with ~
10068irfan.blogspot.com
11-010haya.blogspot.com

1.jelaskan persinggungan antar tekhnologi dengan pendidikan :
~ revolusi telhnologi adalah bagian dari masyarakat dan informasi dimana kita kini hidup. di dunia yang berorientasi tekhnologi,kompetensi orang makin ditantang dan diperluas dengan cepat. pendidikan dan tekhnologi adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan. pendidikan semakin berkembang juga karena adanya dorongan fasilitas dari tekhnologi, begitu juga sebaliknya, individu memerlukan pendidikan yang maksimal untuk menemukan tekhnologi yang lebih canggih. jadi dua hal ini saling berkesinambungan.

2. bagaimana konteks penggunaan internet disekolah dengan pendidikan yang ada di Indonesia khususnya di kota Medan,kemudian bagaimana perbandingan 'melek tekhnologi' ?
~ konteks penggunaan internet disekolah khususnya di Medan menurut kelompok kami belum meluas , karena masih ada ditemukan beberapa sekolah yang tidak menggunakan jasa internet dalam hal menyampaikan pendidikan. tapi internet sudah lebih dikenal oleh pelajar bukan dalam konteks pendidikan , masih banyak pelajar yang tidak mengetahui situs - situs pendidikan yang bisa mereka gunakan untuk mengerjakan tugas dari sekolah, tetapi mereka lebih tertarik pada jejaring sosial.
~ 'melek tekhnologi'
perbandingannya sangat signifikan sekali, dari data stabdar murid yang 'melek tekhnologi' pada grade 6-8 itu sudah mengenal hubungan internet dengan lapangan pekerjaan, jadi pelajar sudah bisa menggunakan tekhnologi dalam penelitian mereka pada dunia lapangan pekerjaan,dan juga sudah bisa menghasilkan produk seperti mempunyai web sendiri.
sedangkan di Indonesia, khususnya di Medan pada grade 6-8 atau sering kita sebut dengan tingkat SMP (sekolah menengah pertama) , penggunanan internet untuk dunia pendidikan masih bertumpu pada penggunaan aplikasi komputer tersebut, sangat jarang ditemukan pengajaran tentang penggunaan tekhnologi internet untuk lapangan pekerjaan ataupun dunia pendidikan.

3. bagaimana pendapat tentang ubiquitous computing ?
~ ubiquitous computing : generasi ketiga yang menekankan pada distribusi ke lingkungan daripada personal.
~ ubiquitous computing ini akan berputar pada roda lingkungan, jadi kalau selama ini kita mengenal tekhnologi komputer itu tidak bisa kita kita temukan dimana saja ataupun hanya di tempat tertentu, maka ubiquitous computing ini akan menciptakan komputer yang bisa kita temukan di mana saja. kalau pada era sebelumnya utnuk mengerjakan tugas pada microsoft word, kita harus mencari warnet ataupun kembali ke rumah untuk menemukan komputer yang di dalamnya terdapat aplikasi micrsosoft word, tetapi pada era ubiquitous computing ini akan bisa dengan mudah kita mmenegrjakan tugas yang mengguanakan aplikasi komputer itu dimana saja , karena mungkin aplikasi tersebut sudah ada pada gadget-gadget yang sudah banyak diciptakan sekarang, gadget yang mudah di bawa dan bisa mengakses internet kapan saja. ini lah yang disebut ubiquitous computing.
~  jika ubiquitous computing ini cocok untuk pendidikan, maka harus di lakukan sosialisasi penggunannya, jangan sampai ada ketidakseimbangan pemahaman dengan tekhnologi generasi ketiga tersebut. 

Selasa, 10 April 2012

Psikologi Sekolah

tugas kelompok bersama Lisdiana Sani & Islahati Batubara


1.      Kedudukan Psikologi Sekolah Dalam Ilmu Psikologi

Psikologi Sekolah adalah kavelingnya Fakultas Ilmu Pendidikan. Psikolog yang bekerja di bidang pendidikan dibedakan atas Psikolog Sekolah dan Psikolog Pendidikan. Psikolog Sekolah lebih ahli dalam Ilmu Psikologi, dan biasanya menjadi konsultan untuk mengatasi permasalahan yang berkaitan dengan kejiwaan seseorang.

2.      Perbedaan Psikologi Sekolah Dan Psikologi Pendidikan
Psikologi Sekolah        : mempelajari masalah belajar dan emosional pada tiap anak.

Psikologi Pendidikan  : bersifat lebih umum dan berfokus pada proses belajar dan mengajar, misalnya dengan melakukan riset tentang metode pendidikan atau pengajaran dan membantu membimbing para guru dan ahli psikologi sekolah.

3.      Fungsi Sekolah Sebagai Agen Perubahan
                         Sekolah seharusnya memiliki fungsi dan peran dalam perubahan -perubahan masyarakat menuju ke arah perbaikan dalam segala aspek. Dalam hal ini, sekolah memiliki dua karakter secara umum. Pertama, melaksanakan peranan fungsi dan harapan untuk mencapai tujuan dari sebuah sistem. Kedua, mengenali individu yang berbeda-beda dalam peserta didik yang memiliki kepribadian dan disposisi kebutuhan.
Sebagai agen perubahan sekolah berfungsi sebagai alat :  
v  Pengembangan pribadi
v  Pengembangan budaya
v  Pengembangan bangsa
v  Pengembangan warga


4.      Metode Yang Digunakan Dalam Sistem Pengajaran Di Sekolah

Metode dalam system pengajaran di sekolah dapat berupa :
ü  Metode ceramah
o   Bahan pelajaran disajikan oleh guru sehingga siswa memahami informasi dari materi pelajaran. 
ü  Metode diskusi
o   Penyajian bahan pelajaran melalui suatu masalah yang harus diselesaikan secara bersama dengan bimbingan guru. 
ü  Metode demonstrasi
o   Penyajian pelajaran dengan mempertunjukkan secara langsung pada objeknya atau caranya melakukan sesuatu.

5.      Permasalahan – Permasalahan Yang Terjadi Di Sekolah Dan Solusinya

Masalah-masalah sekolah selama bertahun-tahun kemungkinan hasil dari pemberontakan dan keinginan untuk bebas. Sangat jarang, disebabkan gangguan kesehatan jiwa, seperti kegelisahan atau depresi. Penggunaan zat-zat, kekerasan dan konflik keluarga juga menjadi penyebab umum masalah-masalah sekolah. Kadangkala, penempatan akademis yang tidak sesuai terutama sering sekali pada remaja yang mengalami ketidakmampuan belajar atau keterlambatan mental ringan yang tidak segera diketahui di dalam hidup menyebabkan masalah-masalah sekolah. Umumnya, remaja dengan masalah-masalah sekolah yang signifikan harus menjalani tes pengetahuan dan evaluasi kesehatan mental. Masalah-masalah yang khusus diobati bila diperlukan, dan dukungan umum dan dorongan dilakukan.

Remaja yang sering bolos atau keluar dari sekolah telah menyadari keputusannya untuk menghindari sekolah. Remaja ini biasanya mencapai akademis yang minim dan memiliki sedikit kesuksesan atau kepuasan dari kegiatan yang berhubungan dengan sekolah. Mereka seringkali terlibat dengan tingkah laku yang beresiko tinggi, seperti melakukan seks yang tidak aman, menggunakan obat-obatan, dan terlibat dalam keributan. Remaja dengan resiko keluar dari sekolah harus diberi perhatian pada pilihan pendidikan yang lainnya, seperti pelatihan kejuruan dan prgogram alternatif lainnya.

6.      Fungsi & Peran Psikolog Sekolah Dan Perlunya Psikolog Sekolah

Fungsi & peran psikolog sekolah :
·         Berkonsultasi dengan guru, orang tua, administrator, dan masyarakat penyedia kesehatan mental tentang belajar, sosial, dan masalah perilaku.
·         Terlibat dalam kegiatan sekolah dalam aktivitas menyehatkan.
·         Membantu pendidik dalam membuat suasana  aman, kelas sehat dan lingkungan sekolah yang tenang.
·         Mengajarkan parenting skill, strategi pemecahan masalah, penyalah gunaan obat obatan terlarang, dan topik lainnya yang berkaitan dengan kesehatan sekolah.
·         Melakukan penelitian tentang instruksi yang efektif, manajemen perilaku, program-program sekolah alternatif, dan intervensi kesehatan mental.
·         Menilai dan mengevaluasi berbagai masalah yang berkaitan sekolah dan aset anak dan remaja di sekolah yang ditugaskan.
·         Intervensi langsung dengan siswa dan keluarga melalui konseling individu, kelompok pendukung, dan pelatihan keterampilan.
·         Mengkomunikasikan hasil evaluasi psikologis untuk orang tua, guru, dan lain-lain sehingga mereka dapat memahami sifat kesulitan siswa dan bagaimana untuk melayani kebutuhan siswa.
·         Melakukan pencegahan krisis dan layanan intervensi.
·         Bekerja dengan berbagai masalah emosional dan akademik mahasiswa.
·         Boleh melayani satu atau beberapa sekolah di sekitar daerah sekolah atau bekerja untuk sebuah pusat kesehatan mental masyarakat dan / atau dalam lingkungan universitas.

Psikolog Sekolah sangat diperlukan dikarenakan terkadang masalah-masalah yang dihadapi siswa berkaitan dengan masalah kejiwaannya yang menyebabkan siswa stres atau depresi.


7.      Hal – Hal Yang Diberikan Dalam Kaitannya Dalam Layanan Psikolog Sekolah

a. memberikan pelayanan tes intelegensi

b. melakukan wawancara dengan siswa, mahasiswa, guru atau dosen, orangtua, serta orang  yang terlibat dalam pendidikan siswa atau mahasiswa

c. melakukan observasi siswa di kelas, tempat bermain, serta tempat kegiatan lainnnya

d. memberikan konsultasi bagi sekolah dalam menyelesaikan berbagai masalah di sekolah, serta membantu menyeleksi, penempatan, serta urusan personal lainnya.


8.      Perbedaan Antara Psikolog Sekolah, Psikolog Pendidikan, Dan Guru BK

Psikolog Sekolah         :  menangani persoalan yang berkaitan dengan kejiwaan siswa, dan biasanya seorang psikolog sekolah adalah seorang yang ahli dalam menerapkan profesi psikologi di sekolah.

Psikolog Pendidikan   : lebih berfokus kepada riset pendidikan dan pengembangan metode belajar untuk meningkatkan kualitas sekolah itu sendiri. Psikolog pendidikan juga memiliki andil yang cukup besar dalam merancang kurikulum pendidikan yang disesuaikan dengan usia perkembangan anak.

Guru BK                  : guru bimbingan konseling yang tampil untuk membimbing siswa dalam proses pengembangan diri dan karir dan juga membantu menyelesaikan persoalan-persoalan siswanya.

Kamis, 05 April 2012

Seberapa penting pendidikan anak usia dini ?



Pendidikan anak usia dini (PAUD) : suatu upaya yang ditujukan kepada anak sejak lahir samai usia 6 tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk memmbantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut. (UU No. 20 th 2003, Pasal 1, butir 14)

Seberapa penting pendidikan anak usia dini tersebut ?
Saat usia anak tersebut masih muda atau dini , di saat itulah mereka memiliki rasa ingin tahu yang tinggi terhadap sekitarnya. Di saat ini juga anak akan mengenali segala sesuatu yang ia temui, kemudian akan ditanamkan dalam pemikirannya. Oleh karena itu , di masa sepeerti ini dibutuhkan pengarahan terhadap anak ,agar anak bisa terarah cara berfikirnya terhdap apa yang ada disekitarnya. Jika dalam masa ini anak tidak  diberikan pengarahan dan pembelajaran , maka akan berdampak kepada cara berfikir mereka saat dewasa.

Tujuan PAUD :
  • ·         Membantu mengembangkan seluruh potensi dan kemampuan (fisik, intelekktual, emosional, dan agama) secara optimal dalam lingkungan pendidikan yang kondusif,demokratis, dan kompetitif. (fisik & emosional)
  • ·         Untuk membantu menyiapkan anak mencapai kesiapan belajar akademik di sekolah maupun mempelajari hal-hal di lingkungan mereka di luar dari sekolah. (social)
  • ·         Melatih kognitif awal mereka untuk menyiapkan pemikiran-pemikiran yang benar jika mereka telah sampai di tahap pendidikan lanjut (atas). (kognitif)
 
Hakekat PAUD :

  • ·         Menstimulasi , mengasuh dan pemberian kegiatan pembelajaran yang akan menghasilkan kemampuan & keterampilan pada anak.
  • ·         Titik berat pada peletakkan dasar pertumbuhan,perkembangan fisik, kecerdasan, daya cipta, emosi, & spiritual.
  • ·         Penyelenggaraan PAUD disesuaikan dengan tahap perkembangan yang dilalui oleh anak usia dini.