Selasa, 05 Juni 2012

SURVEY ONLINE



Pada mata kuliah psikologi pendidikan, kami mendpatkan tugas untuk membuat survey online. jadi media online yang kami gunakan itu adalah www.kwiksurveys.com . tema yang saya pilih disini adalah benefit jejaring sosial untuk pembelajaran. jadi saya ingin mengetahui apakah ada manfaat yang diberikan jejaring sosial yang ada terhadap pembelajaran , khususnya di dunia pendidikan. jadi survey ini mencakup 50 orang partisipan. berikut adalah nama-nama yang telah menjadi responden :

oktorianta
Tia Nahara Hendrati
Regina Anastasia
Merry Christine Sitorus
Oktavia Rizky Rosayanti Putri
Putri Azura Ulandari
lusia fitri ayu pardede
Novika Susi Lestari
Safrida Liasna Tarigan
dwi kartika harahap
ARIANSYAH
sulistia putri
Dinda Rizvina Nasution
Grace Theresia Sihotang
ajeng diah andhini
Vilya Sutanto
firman
darmayantie syahputri
Liandra Khairunnisa
densi wahyuni
Christyn Elisabeth Siagian
Gustina Handayani Harahap
Cynthia Marilyn Sitompul
Ratri Ps
RIKA DAMAYANTI
Muhammad Habibie Almy
Dina Maharani
Ayu Puspita
raffles pardede
lisdiana sani
Puspa Aryani Tantri
Atika Mentari Nataya Nst
Yohana Chrisela
Melina Siallagan
rizki hasanah
SITI RIZKI KARTIKA
Yap Rima Oktavya Sinaga
Cynthia Marilyn Sitompul
juniati siallagan
friska Pontoria
wahyu habibie
winda rizka
Nurhikmah
Mianty Shanen Efinrose Tambunan
Vera Siregar
Devi Ramadana
Haifa Chairunnisa
clara clearesta
eva brahmana
fania

DATA SURVEY

1. Dengan adanya jejaring sosial (facebook,twitter,youtube,etc) mempermudah saya mengakses informasi pendidikan.
 Yes  52 

 94.55% 
 No  3 

 5.45% 


2. Youtube merupakan jejaring sosial yang paling membantu saya untuk menyalurkan bakat saya.
 Yes  15 

 27.27% 
 No  40 

 72.73% 


 3. Jejaring sosial sama sekali tidak berpengaruh kepada pendidikan.
 Yes  8 

 14.81% 
 No  46 

 85.19% 

4. Anda sangat sering mencari informasi dari jejaring sosial dengan berkomunikasi dengan lingkungan luar daripada mencari informasi dari buku.
 Yes  36 

 64.29% 
 No  20 

 35.71% 


5. Group di facebook sangat berguna bagi saya karena selalu meng-update informasi.
 Yes  53 

 94.64% 
 No  3 

 5.36% 


6. Saya sangat terganggu jika tugas diharuskan menggunakan internet.
 Yes  7 

 12.73% 
 No  48 

 87.27% 


7. Tidak ada manfaat jejaring sosial untuk pendidikan.
 Yes  4 

 7.55% 
 No  49 

 92.45%


Dari data survey yang diperoleh diatas, maka kita bisa simpulkan bahwa menurut partisipan, jejaring sosial bisa memberikan benefit kepada pembelajaran. tidak hanya sebagai media untuk update status,ataupun hanya mengeksplor diri. tetapi juga bermanfaat untuk pengumpulan informasi, untuk membantu pengerjaan tugas. saya akan menyebutkan apa-apa saja yang termasuk dalam jejaring sosial tersebut, diantaranya :

FACEBOOK
TWITTER
MYSPACE
YOUTUBE 

Bisa kita lihat untuk contoh pertanyaan nomor 4, disebutkan bahwa partisipan lebih sering menggunakan jejaring sosial untuk mencari informasi daripada menggunakan media buku. oleh karena itu hassil survey saya ini membuktikan masih ada benefit dari jejaring sosial tersebut terhadap dunia pendidikan ataupun pembelajaran.

TESTIMONI
Saya sangat kagum saat saya mengetahui proses pembuatan survey sederhana ini, dan saya sangat bangga terhadap apa yang telah bisa saya hasilkan walaupun hanya dengan 7 soal. saya yakin ke depannya saya akan lebih sering menggunakan media seperti ini , untuk mempermudahkan saya mengumpulkan data. terima kasih juga atas partisipasi teman-teman semua yang telah meluangkan waktunya untuk mengisi survey saya ini. tanpa kalian survey ini tidak berarti apa-apa , :) thankyou.

Senin, 04 Juni 2012

Proyek Mini


PERAN TEKNOLOGI SEBAGAI MEDIA BELAJAR PADA SISWA/I SMP


            I. PENDAHULUAN
Teknologi adalah tema penting dalam pendidikan sehingga selalu dibahas dalam setiap kesempatan yang berkaitan dengan pendidikan. Siswa/i dewasa ini tumbuh di dunia yang jauh berbeda dengan di masa ketika orang tua dan kakek mereka masih menjadi pelajar. Revolusi teknologi adalah bagian dari masyarakat informasi di mana kita kini hidup. Dalam hal ini kami akan mengemukakan data yang telah kami kumpulkan mengenai manfaat teknologi sebagai media pembelajaran di tingkat SMP (sekolah menengah atas). Semakin berkembangnya teknologi yang ada pada saat ini akan mengubah perilaku belajar pelajar. Akan ada yang terkena bagian negative dan aka nada ke bagian positif. Tergantung bagaimana pelajjar itu memperlakukan teknologi itu secara baik dan mampu memanfaatkannya sebagai media pembelajaran.

II. LANDASAN TEORI
                Di dunia ini yang kini berorientasi teknologi, kompetensi orang semakin ditantang dan diperluas dengan cepat. Teknologi telah menjadi bagian dari sekolah selama berberapa dekade, tetapi teknologi masih dipakai secara sederhana dan berubah dengan lamban. Namun kini teknologi berubah secara dramatis. Perhatikan fakta bahwa pada 1983 hanya ada sekitar 50.000 komputer di sekolah-sekolah Amerika. Pada 2002, ada lebih dari 6 juta di setiap sekolah di Amerika. Kini sedikitnya punya satu computer di setiap sekolah. Arti Teknologi Informasi dalam dunia pendidikan seharusnya berarti tersedianya saluran atau sarana yang dapat diapakai untuk menyiarkan program pendidikan.
            Berbicara mengenai penggunaan , aka ada dampak negative dan positif yang di berikan kepada pemakainya. Ada beberapa dampak positif yang diberikan oleh teknologi kepada penggunanya antara lain :
·         Teknologi dapat membantu menyampaikan informasi lebih cepat
·         Dengan teknologi dapat mengefesiensikan waktu dalam penngerjaan tugas
·      Dalam pengerjaan tugas dengan menggunakan teknologi akan mendapatkan hasil yang optimal dan pengerjaannya menjadi praktis
Itulah beberapa dampak positif yang bisa diterima, dan dibawah ini kami akan menyampaikan dampak negatifnya :
·         Teknologi dapat membuat pemakainya menjadi kecanduan dan melupakan lingkungan
·         Teknologi dapat menjerumuskan kepada hal-hal negative, karena teknologi memiliki segala informasi, jadi jika tidak ada pengawasan akan berbahaya bagi anak-anak.
Dengan melihat dampak positif dan negative di atas diharapkan kita bisa mengoptimalkan manfaat teknologi tersebut. Akan kemabali lagi kepada diri kita sendiri. Teknologi telah memengaruhi masyarakat dan sekelilingnya dalam banyak cara. Di banyak kelompok masyarakat, teknologi telah membantu memperbaiki ekonomi (termasuk ekonomi global masa kini) dan telah memungkinkan bertambahnya kaum senggang. Banyak proses teknologi menghasilkan produk sampingan yang tidak dikehendaki, yang disebut pencemar, dan menguras sumber daya alam, merugikan dan merusak Bumi dan lingkungannya. Berbagai macam penerapan teknologi telah memengaruhi nilai suatu masyarakat dan teknologi baru seringkali mencuatkan pertanyaan-pertanyaan etika baru. Sebagai contoh, meluasnya gagasan tentang efisiensi dalam konteks produktivitas manusia, suatu istilah yang pada mulanya hanya menyangku permesinan, contoh lainnya adalah tantangan norma-norma tradisional.
            III.  ALAT DAN BAHAN
·         Kuisioner
·         Pulpen (reward)
·         Kamera
IV. ANALISA DATA
            Untuk mengumpulkan data dan memperoleh kesimpulan , kami menggunakan cara pembagian kuisioner kepada siswa/i SMP AL-AZHAR MEDAN. Rincian kuisioner dan subyek penelitian sebagai berikut :
1. jumlah subyek sebanyak 15 orang siswa/i tingkat SMP.
2. beberapa jenis pertanyaan yang dilampirkan pada kuisioner :
·         Guru lebih sering menggunakan in-focus sebagai media pembelajaran (setuju/tidak)
·         Di sekolah guru-guru sudah mengerti cara penggunaan teknologi computer secara baik (setuju/tidak)
·         Teknologi informasi dan komunikasi merupakan kurikulum yang wajib diajarkan kepada murid-murid agar tidak terjadi gagap teknologi (setuju/tidak).
 V. TIME TABLE
NO
URAIAN                              
APRIL
MEI

MINGGU 
    I
    II
   III
  IV
    I
    II
    III
   IV
1.
MENENTUKAN TEMA
  

X





2.
PERENCANAAN


   
X




3.
PEMBAGIAN KUISIONER




X



4.
PENGUMPULAN DATA




X



5.
DISKUSI





   
X

6.
PENYELESAIAN







X

 







           




          VI. KALKULASI BIAYA
·         Fotokopi kuisioner      : Rp. 3.000,-
·         Printing                       : Rp. 5.000,-
·         Transport                     : Rp. 20.000,-

·         Jumlah                         : Rp. 28.000,-

VII.  LAPORAN
            Setelah dilakukan pemberian kuisioner, maka telah dapat kami simpulkan bahwa 80% dari siswa yang kami observasi telah merasakan penggunaan teknologi sebagai media pembelajaran. Seperti penggunaan computer, in-focus, dan gadget yang bisa digunakan untuk penyelesaian tugas sekolah. Kemudian disamping teknologi tersebut , pembelajaran menggunakan teknologi juga di dorong oleh penggunaan internet. Untuk siswa/i tingkat SMP , mereka sudah bisa menjalankan internet dan bisa menyelesaikan tugas mereka dengan penggunaan internet tersebut. Dan dari hasil observasi tersebut, kami juga memperoleh hasil, menurut siswa/i guru-guru yang mengajar sudah menggunakan teknologi di dalamnya. Seperti untuk pemberian tugas , pengajaran. Hal seperti ini yang akan kita hadapi semakin zaman berkembang. Untuk membekali kepada zaman yang akan datang, maka harus dilakukan pelatihan menggunakan teknologi dalam kehidupan sehari-hari,terutama dalam pendidikan.

            VIII. EVALUASI
            Setelah dievaluasi, hasil penelitian sudah seperti apa yang direncanakan. Kami merencakan untuk pelaksanaan observasi hanya 2 hari. Dan itu sudah sesuai dengan apa yang kami rencanakan. Kami tidak menggunakan surat izin, karena kami memberikan kuisioner diluar jam pelajaran di sekolah, jadi kami tidak membutuhkan surat izin fakultas. Hasil pengisian kuisioner juga berjalan dengan lancer dengan subyek nya. Mereka cukup baik dalam membantu proyek ini.

            IX.  TESTIMONI KELOMPOK

TESTIMONI RESI PRATIWI :
            Pada awalnya dengan diberikan nya tugas ini , saya memikirkan bahwa tugas ini akan sulit dan membutuhkan proses yang lama. Ternyata setelah dikerjakan tidak ada yang terlalu menghalangi kelompok kami untuk penyelesainnya. Semoga hasil yang didapat juga bisa menjelaskan isu mengenai peran teknologi sebagai media belajar di tingkat SMP . 

TESTIMONI LISDIANA SANI :
          Pada saat melakukan proyek mini ke-alzhar rasanya seru dan menyenangkan. Adik-adik SMP nya ramah dan baik, mereka dengan senang hati mengisi kwisioner kami dan mereka senang mendapatkan reward pulpen karna jadinya alat tulis mereka bertambah^^

TESTIMONI ISLAHATI BATUBARA :
          Pada saat saya diberikan tugas ini, awalnya saya sangat merasa terbebani dengan adanya tugas ini. Karena tugas ini memerlukan penelitian yang dalam fikiran saya adalah tugas ini akan serumit seperti mengerjakan skripsi. Namun setelah saya dan teman-teman mengerjakan tugas proyek mini , saya tidak merasa terbebani seperti awalnya. Karena pengerjaannya tidak serumit yang saya kira. Apalagi ditambah dengan adanya respon yang baik-baik dari adik-adik SMP Al-Azhar. Itu membuat saya dan teman-teman semakin semangat dalam mengerjakan proyek mini ini J

           

                X. POSTER


Minggu, 03 Juni 2012

homeschooling ?

Memilih pendidikan yang tepat untuk anak adalah tantangan besar untuk setiap orangtua. Setiap orangtua punya visi dan mimpi tentang pendidikan yang ideal untuk anak-anaknya. Ketika visi dan mimpi itu beradu dengan dunia nyata, muncullah pilihan-pilihan.

Homeschooling adalah model pendidikan di mana orangtua memilih untuk bertanggung jawab sendiri atas pendidikan anak-anaknya. Jadi, ciri utamanya adalah keterlibatan aktif keluarga dalam penyelenggaraan pendidikan.Prosesnya bisa diselenggarakan sendiri atau menggunakan infrastruktur yang ada di masyarakat, misalnya: kursus, klub, bimbel, guru privat. Yang penting, esensi yang harus ada: keluarga sebagai pengambil keputusan utama, tidak hanya menitipkan anak pada lembaga tertentu.

Ada beberapa alasan mengapa para orang tua di Indonesia lebih memilih sekolah rumah. Kecendrungannya antara lain, bisa menekankan kepada pendidikan moral atau keagamaan, memperluas lingkungan sosial dan tentunya suasana belajar yang lebih baik, selain memberikan pembelajaran langsung yang konstekstual, tematik, nonskolastik yang tidak tersekat-sekat oleh batasan ilmu.

Ada beberapa klasifikasi format homeschooling, yaitu:
1. Homeschooling tunggal
Dilaksanakan oleh orangtua dalam satu keluarga tanpa bergabung dengan lainnya karena hal tertentu atau karena lokasi yang berjauhan.
2. Homeschooling majemuk
Dilaksanakan oleh dua atau lebih keluarga untuk kegiatan tertentu sementara kegiatan pokok tetap dilaksanakan oleh orangtua masing-masing. Alasannya: terdapat kebutuhan-kebutuhan yang dapat dikompromikan oleh beberapa keluarga untuk melakukan kegiatan bersama. Contohnya kurikulum dari Konsorsium, kegiatan olahraga (misalnya keluarga atlit tennis), keahlian musik/seni, kegiatan sosial dan kegiatan agama
3. Komunitas homeschooling
Gabungan beberapa homeschooling majemuk yang menyusun dan menentukan silabus, bahan ajar, kegiatan pokok (olah raga, musik/seni dan bahasa), sarana/prasarana dan jadwal pembelajaran. Komitmen penyelenggaraan pembelajaran antara orang tua dan komunitasnya kurang lebih 50:50.
Alasan memilih komunitas homeschooling antara lain:
- Terstruktur dan lebih lengkap untuk pendidikan akademik, pembangunan akhlak mulia dan pencapaian hasil belajar
- Tersedia fasilitas pembelajaran yang lebih baik misalnya: bengkel kerja, laboratorium alam, perpustakaan, laboratorium IPA/Bahasa, auditorium, fasilitas olah raga dan kesenian
- Ruang gerak sosialisasi peserta didik lebih luas tetapi dapat dikendalikan
- Dukungan lebih besar karena masing-masing bertanggung jawab untuk saling mengajar sesuai keahlian masing-masing
- Sesuai untuk anak usia di atas 10 tahun
- Menggabungkan keluarga tinggal berjauhan melalui internet dan alat informasi lainnya untuk tolak banding (benchmarking) termasuk untuk standardisasi.

sumber : http://rumahinspirasi.com

Jumat, 11 Mei 2012

BLENDED LEARNING

Pengalaman saya hari inimenggunakan sistem blended learning adalah sangat mengesankan. karena jujur saya baru mengetahui sistem ini. saya suka dengan sistem ini karena memudahkan orang untuk berkomunikasi walaupun tidak bermtemu. dalam hal ini berkomunikasi dalam ruang lingkup belajar. sama hal  nya seperti di Jepang yang sebagian sekolah/perguruan tinggi nya sudah tidak menekankan bahwa mahasiswa harus hadir dan bertatap muka dalam satu ruangan dengan pengajar. tetapi dengan menggunakan tekhnologi berbasis komputer bisa membantu sistem pengajaran walaupun kita sedang berada dimana saja. inilah yang menarik perhatian saya. ini hal yang baru dan perlu dikembangkan di Indonesia. mungkin lebih baik mengadakan perbaikan jaringan internet yang akan bisa dijangkau dimana saja. harapan saya seperti itu.

Resume yang saya dapat dari diskusi online tadi adalah :
blended learning itu : penggabungan sistem belajar tatap muka dengan sistem tekhnologi berbasis komputer.
Pembelajaran berbasis Blended learning berkembang sekitar tahun 2000 dan sekarang banyak digunakan di Amerika Utara, Inggris, Australia, kalangan perguruan tinggi dan dunia pelatihan. dahulu sejarahnya kita ini memiliki tahap perkembangan budaya yang terdiri dari 4 tahap , yaitu yg pertama abad agraris , yang kedua abad industri , yang ketiga abad informasi dan yang keempat abad pengetahuan. nah sekarang kita sudah masuk kedalam abad pengetahuan. tokoh namanya Thorne (2003) punya pendapat tentang blended learning. dia mengatakan : blended learning itu "kesempatan untuk mengintegrasikan kemajuan inovatif dan teknologi yang ditawarkan oleh pembelajaran online dengan interaksi dan partisipasi ditawarkan dalam yang terbaik dari pembelajaran tradisional".

mungkin hanya ini yang bisa saya utarakan untuk pembahasan blended learning tersebut. lebih kurang saya mohon maaf , terima kasih :)