Rabu, 01 Oktober 2014

Andai aku...

Setiap orang memiliki potensi untuk mengembangkan kreativitasnya. Dalam mengembangkan kreativitas ada tahap yang harus diperhatikan. Tahap pengembangan kreativitas yaitu empat P :
  • Pribadi
Pribadi adalah tahap awal dimana tahap ini harus dimiliki setiap individu. Pribadi yang unik dapat  menunjang kreativitas seseorang. Kita harus meyakini bahwa dalam diri kita telah dibentuk pribadi yang berbeda-beda satu sama lain dan itu bisa berpengaruh kepada pengembangan kreativitas.

  • Press
Press (dorongan) terbagi  dua yaitu, dorongan dari luar (ekstrinsik) dan dorongan dari dalam diri (intrinsic). Dorongan ini berpengaruh pada pengembangan kreativitas kita.  Dorongan dari luar itu adalah dari lingkungan, serta dari dalam adalah dari individu tersebut.

  • Proses
Pada tahap ini kita diberikan kesempatan untuk mengembangkan kreativitas kita. Pada tahap inilah waktu kita untuk menyibukkan diri pada potensi kreativitas yang kita miliki. Jika kita mendapat stimulus positif serta kita dapat merangsangnya dengan baik, maka kita bisa melalui prosesnya dengan mudah.

  • Produk
Jika tiga tahap di atas dapat dilalui oleh idnividu,maka dengan sendiri nya akan muncul sebuah produk kreativitas.
Dari pengembangan kreativitas di atas akan kita temui juga hambatan-hambatan dalam pengembangna tersebut. Berikut ini saya akan menceritakan pengalaman saya yang berkaitan dengan terhambatnya pengembangan kreativitas dalam diri saya.

Ketika saya duduk di bangku SMA, saya memasuki dunia yang baru buat saya. Saya merasa saya menemukan diri saya dengan bentuk yang berbeda. Sebelum duduk di bangku SMA , saya adalah seorang anak, murid yang tidak terlalu peduli dengan lingkungan sekitar. Saya juga tidak suka berbicara di depan umum. Saya hampir tidak pernah mengikuti sebuah organisasi, tetapi saat saya memsuki bangku SMA saya memulainya dengan keberanian untuk mendaftar di organisasi sekolah (pada saat itu OSIS). Saya bersekolah di SMA Panca Budi Medan. Saat saya sudah tergabung dalam organisasi itu, saya merasa ada hal baru dalam diri saya yang telah di gali oleh Pembina osis saya. Pertama kali saya diminta untuk menjadi protocol dalam acara pesantren kilat ramadhan di sekolah. Sebenarnya protocol acara pada saat itu sudah dipilih,ia senior saya. Tetapi ia berhalangan hadir karena dalam keadaan sakit. Oleh karena itu Pembina osis memerintahkan saya menggantikannya.  Karena tugas tersebut saya jadi berlatih untuk membawakan sebuah acara, saya bertanya-tanya dengan kakak kelas, saya melihat video bagaimana orang membawakan sebuah acara. Setelah kejadian itu saya jadi sering disuruh untuk membawakan sebuah acara. Bukan hanya itu saja , dampak yang saya rasakan adalah keberanian saya menjadi meningkat. Saya jadi sering ditunjuk untuk berbicara di depan umum. Saya ditunjuk untuk mewakili sekolah dalam beberapa perlombaan. Sampai pada akhirnya saya dapat mengumpulkan banyak prestasi hanya dengan modal keberanian dan public speaking. Dari perubahan itu saya melihat saya memiliki potensi untuk mengembangkan kreativitas saya. Produk yang ingin saya hasilkan adalah saya ingin menjadi Miss Indonesia mewakili Sumatera Utara.  Saya juga bercita-cita sebagai artis, presenter. Terlebih lagi banyak public figure yang semakin mendorong kemauan saya untuk mengembangkan kreativiats tersebut. Saya ingin merasakan bagaimana membawakan acara dengan partner Vj Danieeeeel , wahhh, someday!. Tetapi ternyata banyak hambatan yang saya dapati untuk mencapai itu. Dan akhirnya saya memilih focus kuliah terlebih dahulu.

            Hambatah paling besar itu datang dari sosiologis (lingkungan social). Dimana hambatan ini datang dari keluarga saya. Keluarga saya memperbolehkan saya mengikuti perlombaan seperti itu tetapi harus selesai dahulu pada tahap pendidikan perguruan tinggi. Jadi selama saya belum selesai dari tahap pendidikan, saya tidak boleh mengikuti lomba atau kegiatan apapun yang dapat mengganggu pendidikan saya. Hal ini cukup menekan saya,dimana minat saya untuk mengembangkan kreativitas saya sangat besar. Akhirnya saya mencoba mengkuti kemauan keluarga saya. saya berfikir akan ada kesempatan lagi di depan setelah saya menyelesaikan pendidikan saya. 
            Hambatan yang ke dua datang dari dalam diri saya. Yaitu faktor kepercayaan terhadap kemampuan diri. Saya sering berifikir “saya belum bisa” . karena hal itu saya merasa kreativitas saya jadi terhambat sampai sekarang. cara saya menyelesaikan hambatan ini adalah dengan mengasah terus kemampuan saya,sehingga pemikiran "aku belum bisa" itu tadi tidak lagi sering muncul. Dan juga kita bisa memilih lingkungan yang dapat mengasah kemampuan kita lo ! :)



Nah bagi teman-teman,jika merasa memiliki potensi untuk mengembangkan kreativitas, yuk perhatikan Empat P dan coba singkirkan hambatan yang ada !! semoga kita bisa menciptakan produk kreativitas kita ya :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar